Senin, 02 Mei 2016

[Book Review] You Are The Apple of My Eye | Blind Date With A Book



Judul : You Are The Apple Of My Eye
Penulis : Giddens Ko
Cetakan : Pertama, Maret 2016
Tebal : 350 hlm
Penerbit : Haru
Kategori : M-Novel
ISBN : 978 – 602 – 7742 – 22 – 2

Bisa dibeli di : bukupedia.com

Blurb:

‘Kau sangat kekanak-kanakkan’ – Shen Jiayi

‘Sedikit pun kau tak pernah berubah, nenek yang keras kepala’ – Ke Jingteng
Semua berawal saat Ke Jingteng, seorang siswa pembuat onar, dipindahkan untuk duduk di depan Shen Jiayi, supaya gadis murid teladan itu bisa mengawasinya. Ke Jingteng merasa Shen Jiayi sangat membosankan seperti ibu-ibu, juga menyebalkan.

Apalagi, gadis itu selalu suka menusuk punggungnya saat ia ingin tidur di kelas dengan pulpen hingga baju seragamnya jadi bercak penuh tinta.

Namun, perlahan Ke Jingteng menyadari, kalau Shen Jiayi adalah seorang gadis yang sangat special untuknya.

‘Karena masa mudaku, semua adalah tentangmu…’

***


“Manusia tidak boleh terlalu percaya diri dengan bakat yang dimilikinya, hal ini hanya akan membuat ‘ketekunan’ menjadi sia-sia.”
Hlm. 64

Masa muda adalah masa yang penuh warna. Banyak dibumbui oleh kisah persahabatan, bahkan juga percintaan. Kisah ini berawal dari sebuah sekolah menengah pertama di kawasan Jingcheng, Changhua. Sejak mengenal Shen Jiayi yang pandai, Ke Jingteng—seorang murid laki-laki yang suka membuat onar di kelas—sedikit demi sedikit mulai bisa merubah perilakunya. Berkat ketekunan Shen Jiayi yang membimbingnya dalam hal belajar, secara perlahan Ke mulai bisa menempatkan namanya di jajaran siswa yang mendapat nilai terbaik di sekolah. Aneh tapi nyata, seorang gadis lugu dan teladan berhasil membuat Ke Jingteng yang sangat kekanak-kanakkan menjadi bertekuk lutut.

Namun, akibat dari ulahnya yang menjengkelkan, Shen Jiayi mulai menjauhi Ke. Lalu muncullah seorang siswi lain bernama Li Xiaohua. Diam-diam, Ke mulai menyimpan rasa suka terhadap Li. Berbeda dengan Shen yang lebih mirip ibu-ibu, Ke justru menganggap Li sebagai gadis yang mampu memukau perhatiannya. Seiring berjalannya hari, hubungan mereka semakin dekat. Mulai dari ngobrol bareng, saling mendengarkan cerita, bahkan pulang bareng. Namun, rupanya kedekatan Li dan Ke yang sangat dekat menimbulkan rasa tidak suka pada teman-teman Li. Mereka menganggap Li lebih mementingkan Ke. Singkat cerita, Li Xiaohua pun mulai menjauh dari kehidupan Ke Jingteng.

Lantas, bagaimana kehidupan Ke Jingteng selanjutnya? Mengejar cinta Li Xiaohua, atau kembali kepada Shen Jiayi?

Dan… siapakah ‘You Are The Apple of My Eye’ dalam hidup Ke Jingteng yang sesungguhnya…?

***

“Benar, sekarang bukan zamannya untuk menarik perhatian perempuan dengan penampilan. Sekarang cara terbaik untuk mengejar perempuan adalah dengan bersemangat belajar!”
Hlm. 135

“Ada yang berkata, hal yang paling indah saat menjalin cinta adalah saat sedang berada di tahap ambigu: ketika saling memperhatikan satu sama lain, mencoba memahami perasaan yang diutarakan oleh pasangan dengan hati-hati, dan takut memberikan respons yang salah. Setiap tindakan kecil seakan memiliki arti, juga mulai diberi arti.”
Hlm. 235

FYI, novel You Are The Apple Of My Eye adalah novel yang berhasil aku dapatkan dari event Blind Date With a Book. Dan, sejak awal menerimanya, aku sudah tau siapa pengirim buku ini. Setelah aku benar-benar yakin bahwa isi ceritanya cocok dengan clue yang diberikan, tidak salah lagi kalau pengirim buku ini adalah Kak Afifah Mazaya. Yeayy, terima kasih banyak Kak Fifah untuk bukunya. Untung nggak J-Lit, wkwkwk.

Okay, ini adalah kedua kalinya aku membaca M-Novel. Dan, sama saat membaca The Stolen Years, aku benar-benar dibuat nyaman dengan pemilihan diksi dan penyusunan kalimatnya yang cukup mudah untuk dicerna. Awalnya, saat pertama kali membaca buku ini, aku mengira bahwa ini adalah cerita yang murni fiksi. Tapi rupanya, saat memasuki pertengahan sampai ending, rupanya buku ini merupakan sebuah semi autobiografi dari sang penulis—Giddens Ko melalui tokoh Ke Jingteng. Cerita ini berawal dari kisah saat penulis memasuki masa SMP, SMA hingga masuk ke lingkungan universitas. Selama kurang lebih delapan tahun saat masa pendidikan, banyak sekali pengalaman yang penulis bagikan. Beberapa pengalaman tersebut tampak real dan nyata layaknya kisah anak sekolah pada umumnya. Banyak juga problematika yang dihadirkan sebagai bentuk representasi kehidupan anak sekolah pada saat itu.

Jika dilihat dari judulnya yang terdapat kata ‘apple’, aku sebenarnya sempat dibuat bingung. Karena dari awal sampai pertengahan buku, tidak ada satu pun hal yang berkaitan dengan apel. Namun rupanya, saat memasuki bab-bab berikutnya, barulah aku menemukan maksud dari kata ‘apple’ yang sesungguhnya. Juga maksud dari ‘ You Are The Apple Of My Eye’ yang sebenarnya.

Selain itu, banyak juga nilai positif yang tersalurkan lewat cerita ini. Yaitu tentang cinta yang mampu meningkatkan semangat belajar. Lewat sudut pandang orang pertama, penulis menceritakan bahwa akibat kesukaannya terhadap 1 wanita bisa mengubah persepsinya tentang pandangan hidup dan perilaku sehari-hari. Salah satunya adalah semangat belajar yang makin meningkat dan bisa membuatnya menjadi salah satu murid terpandai. Terdengar absurd sih memang. Mengingat dalam kehidupan nyata, bahwa untuk menjadi orang benar-benar pandai, tidak akan semudah dan secepat itu.

Oh iya, satu hal lain yang berhasil membuatku konsisten membaca buku ini sampai akhir adalah karena bernuansa teenlit. Entah kenapa, menurutku cerita teenlit terasa lebih real dan funny saja. Mungkin karena aku juga masih dalam fase remaja kali ya? Kisah para remaja dan dunianya yang diangkat di novel ini sangat menarik untuk diselami. Tentang cinta monyet, tentang persaingan nilai, tentang persahabatan, semua benar-benar tergambarkan dengan baik. Ada juga beberapa adegan yang membuatku manggut-manggut setuju dan sempat berpikir ‘iya, emang bener banget sih!’.

Untuk ending cerita… terlalu biasa menurutku. Bikin kesel juga sih, karena tidak sesuai ekspektasi dan harapanku sebelumnya. Ah… seharusnya mereka….. ah sudahlahh!! Meski begitu, aku tidak menyesal karena buku ini tidak membuatku pusing, beda halnya dengan baca J-Lit. Deeuuhh.. lupakanlah. Aku punya kenangan yang buruk dengan J-Lit, hihi.

3 Jempol untuk Ke Jingteng yang kekanak-kanakkan…


Oh iya, sekali lagi terima kasih banyak buat Kak Fifaahhh, teman kencanku untuk event Blind Date ini, hehe. Semoga bisa ikut event yang serupa lagi di tahun depan. Terima kasih juga untuk Kak Putri. Sungkem atu-atu sama host-nya :D

Terima kasih!

*EDISI BUKA-BUKAAN BLIND DATE WITH A BOOK*

Haloooo… penasaran nggak dengan apa saja lima judul buku yang aku ikut sertakan dalam Blind Date With A Book kemarin? Yang nggak penasaran, close aja tab ini. Dan, yang penasaran… mari kita buka-bukaan barenggg…

1.        Komik – Meme – Social Media – Jomblo – Judulnya 3 kata



Judul Buku : Meme Dibaca Mim
Ditulis : Anindhita Adhiwijayanti
Diterbitkan : Bukune

2.     Non fiksi – Personal literature – Penulisnya bule - Ngefans Sheila On 7 - Buku terbitan asli Indonesia



Judul Buku : Bule Juga Manusia
Ditulis : Richard Miles
Diterbitkan : Bukune

3.       Criminal Stories – Non fiksi – Tagline-nya terdiri dari 4 kata – Kurang dari 150 halaman.


Judul Buku : The Bastard Legacy
Ditulis : Jou Natan
Diterbitkan : Visimedia

4.     Terjemahan – Non fiksi – Gadis penderita kanker – Sedih & Mengharukan.



Judul Buku : This Star Won’t Go Out
Ditulis : Esther Earl
Diterbitkan : Noura Books
*THIS IS A BOOK THAT’S CHOOSEN. HAPPY READING FOR THE RECEIVER*

5.     Kumpulan cerita – Ayah – Keluarga – Tiada - Judulnya terdiri dari 4 kata.



Judul Buku : Bila Esok Ayah Tiada
Ditulis : Nagiga Nur Ayati
Diterbitkan : Puspa Swara

***

1 komentar:

  1. Ini peserta paling pede. Udah sotoy aja kalau yang ngirim itu aku. Lol.

    BalasHapus