Tampilkan postingan dengan label Raditya Dika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raditya Dika. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2016

CINTA BRONTOSAURUS: Pengalaman Menggelitik ala Radit



Judul : Cinta Brontosaurus
Penulis : Raditya Dika
Cetakan : Kedelapan, 2007
Tebal : 152 hlm
Penerbit : Gagas Media
Kategori : Kumpulan Cerita
ISBN : 979 – 780 – 059 – 8 


Blurb:

...Ada satu adegan yang mana gue harus berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa dan raga. 
Dengan menyeimbangkan emosi dengan karakter. 
Dengan masuk ke dalam jiwa sang tokoh. 
Dengan total. 
Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh! 
Setelah selesai shooting, gue tanya ke Mister, salah satu temen yang ada di lokasi syuting. 
‘Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?’ gue nanya dengan pede. 
‘Kayak babi lepas,’ dia jawab santai. 

Cinta Brontosaurus adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, pengarang buku KambingJantan yang bego, tolol, tetapi tetap kontemplatif. 13 kisah di dalamnya adalah pengalaman nyata.

***

Rabu, 07 Oktober 2015

[Book Review] Koala Kumal - Raditya Dika


 http://img.bukabuku.net/product/5/e/5e3a336f33a8046db8e5efc1ecdda48e.jpg

“Setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya. Cara dia ngelihat cinta akan berbeda semenjak patah hati itu”
(Hlm. 207)

Penulis                                  : Raditya Dika
Editor                                    : Windy Ariestanty
Penyelaras aksara                : Resita Febriatri & Gita Romadhona
Penata letak                         : Gita Ramayudha
Ilustrasi isi                           : Sweta Kartika
Desainer sampul                  : Levina Lesmana
Ilustrator sampul                 : Adriano Rudiman & Levina Lesmana
Fotografer                            : Sardo Michael
Penerbit                                : GagasMedia
Tebal                                     : x + 250 halaman
ISBN                                    : 979-780-769-X

*Blurb :
Selain main perang-perangan, gue, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.
Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran. Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata
‘Rasanya kayak di Miami, ya?’
‘Iya,’ jawab gue.
‘Iya,’ jawab Dodo.
Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami

***