Tampilkan postingan dengan label Risa Saraswati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risa Saraswati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

GERBANG DIALOG DANUR: She Can See Ghosts



Judul : Gerbang Dialog Danur
Penulis : Risa Saraswati
Tahun terbit : 2015
Cetakan : Pertama
Tebal : ix + 223 halaman
Penerbit : BUKUNE
Kategori : Novel Horor
ISBN : 602-220-150-0 


Blurb :

Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.
Kalian mungkin tak melihatnya… Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu---jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang mereka anggap tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan kelima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peterm, pertengkaran Hans dan Hendrick---dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si bungsu Janshen.

***

Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan, semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Kini aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milikku seorang….

Namaku Risa. Aku bisa melihat ‘mereka’

***

Jumat, 18 Desember 2015

[Book Review] Rasuk - Risa Saraswati




Judul               : Rasuk
Penulis            : Risa Saraswati
Tahun terbit   : 2015
Cetakan          : Pertama
Tebal               : viii + 332 hlm.
Penerbit          : Bukune
Kategori         : Novel Horor
ISBN              : 602-220-166-7

*Blurb :

Semenjak kepergian sang Ayah, Langgir Janaka---seorang gadis remaja kesepian---merasa tidak ada satu hal pun dalam hidupnya berjalan dengan baik. Hari-harinya dipenuhi rutukan bagi nasib buruk. Kalimat “Tuhan tidak adil” seolah menjadi mantra dalam batinnya.

Langgir iri dan ingin kisahnya lebih seperti para sahabatnya; Sekar Tanjung, seorang anak pungut yang dilimpahi kasih keluarga angkatnya. Lintang Kasih yang punya orangtua kaya dan sering bepergian ke luar negeri. Juga Fransisca Inggrid, perempuan cantik yang selalu menemukan kemudahan dalam hidupnya.

Namun, bagaimana jika keinginan itu menjadi nyata? Rohnya merasuk dalam tubuh orang lain. Menjalani hidup sebagai mereka, menelan suka-duka yang bukan miliknya, sedangkan raganya sendiri tersembunyi entah di mana. Kini, Langgir sadar, harga yang harus dibayar untuk keinginan itu terlalu besar….
***
“Hidup ini begitu semrawut, hingga kerap kali aku mengutuknya! Mungkin Kau bosan mendengar hati ini menjerit dan memaki. Mereka bilang Kau mendengar semua keluh umatMu. Benar begitu? Lantas, dari sekian banyak garis hidup manusia yang Kau gambar, mengapa harus hidupku yang Kau gores berliku?”

                                                                           ***             
                                                             

Selasa, 15 Desember 2015

[Book Review] r.i.s.a.r.a - Risa Saraswati & Sara Wijayanto


“Kini aku lebih peka, bisa lebih mendengarkan dan berkomunikasi dengan makhluk gaib. Sampai akhirnya aku bisa menuliskan cerita curhatan mereka. Sampai tua, aku tidak akan pernah berhenti untuk belajar terus menyelaraskan energi dan kemampuan ini.”
(hlm. 20)

Judul                           : r.i.s.a.r.a
Penulis                        : Risa Saraswati dan Sara Wijayanto
Editor                          : Dewi Fita
Proof Reader              : Adham T. Fusama
Desain sampul            : Dwi Anissa Anindhika
Tata letak                    : Dwi Anissa Anindhika
Artwork                       : Anindito Wisnu Sampurno (IG: @aninditowisnu)
Fotografer                  : @vino_max (IG: viartgallery)
Cetakan                      : Keempat, Agustus 2015
Tebal                           :iv + 162 hlm.
Penerbit                      : Rak Buku
ISBN                           : 602711402-9

*Blurb:
Dewi Saraswati yang menaungi nama kami berdua telah mempertemukan kami untuk pertama kalinya. Risa Saraswati, dan Saraswati Wijayanto. Pertemanan kami adalah pertemanan yang rumit. Pernahkah kalian melakukan obrolan tentang hantu seolah hantu adalah manusia yang normal? Tak banyak yang melakukannya, namun kami melakukan hal itu hampir setiap hari.
Risara adalah nama kami. Risa dan Sara. Setiap malam Jumat kami berceracau di dunia maya tentang hantu di dunia maya. Mungkin kalian ingin tahu apa jadinya jika kami berceracau dalam sebuah buku. Jangankan kalian, kami pun sangat penasaran.

Pembicaraan tentang “Mereka” yang hampir setiap hari kami temui, lelucon kami tentang “Mereka”, bahkan ketakutan-ketakutan kami yang mungkin kalian tak pernah tahu, semua ada dalam anak pertama kami ini.
Selamat datang di dunia kami, dunia “Risara”

***

Rabu, 07 Oktober 2015

[Book Review] Gerbang Dialog Danur - Risa Saraswati




“Ketika penciumanku tertutup, sedangkan mata hati terbuka lebar untuk mereka yang biasa kalian sebut. Hantu”

Penulis                                    : Risa Saraswati
Editor                                      : Syafial Utama
Penyelaras aksara                  : Irsyad Zulfahmi
Penata Letak                          : Erina Puspitasari
Penyelaras akhir tata letak     : Putra Yulianto & Gita Ramayudha
Desain sampul                        : Fariza Dzatalin
Penyelaras akhir sampul       : Ayu Widjaya
Ilustrasi sampul                      : Fariza Dzatalin
Penerbit                                  : BUKUNE
Cetakan                                  : Pertama, Maret 2015
Tebal                                       : ix + 223 halaman
ISBN                                       : 602-220-150-0

Blurb :
Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.
Kalian mungkin tak melihatnya… Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu---jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang mereka anggap tidak adil.
Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan kelima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peterm, pertengkaran Hans dan Hendrick---dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si bungsu Janshen.
***
Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan, semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Kini aku mulai menyadari bahwa hidup ini bkan hnaya milikku seorang….
Namaku Risa. Aku bisa melihat ‘mereka’
***