Rabu, 07 Oktober 2015

[Book Review] Gerbang Dialog Danur - Risa Saraswati




“Ketika penciumanku tertutup, sedangkan mata hati terbuka lebar untuk mereka yang biasa kalian sebut. Hantu”

Penulis                                    : Risa Saraswati
Editor                                      : Syafial Utama
Penyelaras aksara                  : Irsyad Zulfahmi
Penata Letak                          : Erina Puspitasari
Penyelaras akhir tata letak     : Putra Yulianto & Gita Ramayudha
Desain sampul                        : Fariza Dzatalin
Penyelaras akhir sampul       : Ayu Widjaya
Ilustrasi sampul                      : Fariza Dzatalin
Penerbit                                  : BUKUNE
Cetakan                                  : Pertama, Maret 2015
Tebal                                       : ix + 223 halaman
ISBN                                       : 602-220-150-0

Blurb :
Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.
Kalian mungkin tak melihatnya… Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu---jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang mereka anggap tidak adil.
Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan kelima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peterm, pertengkaran Hans dan Hendrick---dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si bungsu Janshen.
***
Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan, semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Kini aku mulai menyadari bahwa hidup ini bkan hnaya milikku seorang….
Namaku Risa. Aku bisa melihat ‘mereka’
***

            Risa adalah layaknya anak gadis pada umumnya. Dia pindah ke daerah Bandung lebih tepatnya di rumah neneknya yang ada di pedesaan. Risa juga bersekolah seperti anak pada umumnya. Hingga suatu ketika, Risa mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman-teman sekolahnya. Risa menganggap ini sebagai sebuah perploncoan untuknya karena dia merupakan anak baru di sekolah itu. Sejak saat itulah hidupnya merasa tidak tenang. Risa lebih suka menyendiri dan murung. Hingga tibalah pada saat dia sangat tersiksa, tiba-tiba terdengar suara anak laki-laki memanggil namanya.
            Dia adalah “Peter” Hantu keturunan Belanda yang kini menjadi sahabatnya. Tak hanya Peter, Risa juga bertemu dengan anak hantu Belanda yang lain. Mereka adalah Hans, Hendrick, William, dan Janshen. Awalnya Risa menganggap mereka adalah manusia biasa, bukan hantu seperti yang diketahuinya sekarang. Namun, seiring berjalannya waktu, Risa baru menyadari jika kelima sahabatnya itu adalah anak hantu Belanda yang mati di tangan Nippon. Namun, semua itu tak menjadi penghalang bagi Risa untuk bersahabat dengan mereka. Risa dan kelima sahabat hantunya tersebut justru menjalin sebuah persahabatan yang begitu akrab. Bahkan, untuk berpisah sedetik saja, Risa tak sanggup. Kelima sahabatnya tersebut sudah menjadi bagian hidup yang berharga dalam hidupnya. Mereka selalu mengisi masa kecil Risa menjadi lebih berwarna, melindungi Risa dari hantu yang suka mengganggunya, dan tak jarang pula menemaninya saat sekolah dan bermain bersama.
            Namun, seiring berjalannya waktu, Risa menyadari jika dia akan tumbuh menjadi gadis dewasa. Namun, tidak untuk kelima sahabatnya itu. Mereka tidak akan tumbuh dewasa dan akan selamanya menjadi anak-anak. Hingga pada akhirnya, kelima sahabatnya itu menginginkan sesuatu yang lebih darinya, yakni kebersamaan selamanya. Pernah terpikir dalam hati Risa untuk mewujudkan keinginan mereka itu. Risa telah berjanji kepada mereka. Dia memilih untuk bunuh diri. Namun, di setiap percobaan bunuh dirinya itu, dia selalu gagal. Risa menyadari bahwa banyak orang di dunia yang masih menyayanginya dan tak ingin melepas kepergiannya apalagi dengan cara bunuh diri seperti itu. Hingga akhirnya, Risa mengurungkan niatnya untuk bunuh diri tersebut. Namun, hal itu ditanggapi dengan kurang menyenangkan oleh Peter dkk. Mereka menganggap Risa telah ingkar janji dan tidak mau bersahabat dengan mereka lagi.
Saat itu usia Risa sudah tiga belas tahun, dan pada saat itulah pula dia harus rela melihat kelima sahabatnya itu pergi dari kehidupannya, terutama Peter. Dia begitu marah dan benci kepada Risa karena janji yang tidak ditepatinya itu. Lalu, apakah mereka akan kembali bertemu, suatu saat nanti? Dan, apakah mereka bisa menerima Risa dewasa?
***
Jika boleh jujur, ini adalah novel nonfiksi horror pertama yang pernah saya baca. Namun, meskipun baru yang pertama, novel ini sangat berkesan untuk saya. Selain karena ceritanya yang bagus dan unik, novel ini saya dapatkan sebagai hadiah saat mengikuti kuis di salah satu website, hehe. Oh iya, novel Gerbang Dialog Danur ini merupakan re-packaged dari novel sebelumnya yaitu “DANUR” yang sama-sama diterbitkan oleh BUKUNE. Dilihat dari segi isi, novel ini tidak mengalami perubahan, isinya tetap sama. Meski begitu begitu, perubahan juga ada pada novel ini. Yang paling tampak adalah dari cover atau sampulnya. Cover buku yang sekarang ini dibuat secara visual menggambarkan tokoh-tokohnya, terutama untuk kelima sahabat hantu Risa. Menurut saya, cukup memudahkan para pembaca untuk membayangkan wajah-wajah tokoh saat membacanya. Selain itu, gambar cover tersebut juga cocok sekali untuk  mewakili isi dari buku ini. Dalam arti, kesan horrornya sangat dapat sekali. Tak hanya pada cover, perubahan juga terlihat pada font yang terkemas lebih rapi, tertata dan mengurangi kesalan penulisan (typo) yang terjadi.
Selain menceritakan tentang kisah Risa bersama kelima sahabatnya, novel ini juga menceritakan tentang beberapa hantu yang pernah Risa temui secara tidak sengaja atau bahkan mereka yang sengaja menampakkan diri di hadapan Risa. Saya sungguh salut, cerita ini jelas memberi nuansa baru bagi dunia perbukuan. Kita seolah diajak menyelami kehidupan Risa yang jelas tidak seperti kehidupan orang ‘normal’ pada umumnya. Kehidupan antara manusia normal dengan anak hantu yang sudah mati. Selain diajak mengetahui tentang kehidupan Risa yang identic dengan hantu, disini kita juga diajak mengetahui sisi lain dari kehidupan para hantu. Banyak dari kita yang mengira jika hantu adalah sosok yang menyeramkan. Tapi, setelah membaca novel ini, yakin deh pasti kalian akan membuang jauh-jauh tentang pikiran itu. Apalagi kalau udah denger tentang si Janshen yang imut dan lucu, hehe. Risa mengartikan sosok hantu sebagai sahabat yang hanya membutuhkan seorang pendengar. Istilah lainnya curhat gitu lah, hehe.
Oiya, selain itu juga, dalam buku ini Risa menggunakan sudut pandang orang pertama dalam bercerita. Baik lewat dirinya sendiri ataupun tokoh lain yang menjadi peran utama di setiap bab. Di lain sisi, meskipun bertemakan horror, namun cerita yang ada dalam novel ini juga menonjolkan sisi persahabatannya. Tapi, tak jarang pula ada beberapa bagian yang membuat pembacanya bergidik ketakutan. Pokoknya campur aduk lah ya baca novel ini. Selain itu, di lain sisi, Risa juga menceritakan tentang kronologi terbunuhnya kelima sahabatnya tersebut. Sungguh miris sekali. Sebagai anak-anak, mereka sudah cukup menderita atas kehidupan yang dialaminya. Pokoknya buku ini recommended sekali  buat kalian pecinta novel horror. Risa Saraswati berhasil menuliskan cerita horror dengan nuansa yang berbeda dan segar buat para pembaca. Bahasa gaulnya nggak mainstream gitu, hehe.
Baik, sepertinya cukup ya, hehe. Sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin saya sampaikan tentang buku ini. Tapi, nanti disangka terlalu spoiler, hehe. Tidak ada yang perlu banyak dikritisi, karena pada dasarnya buku ini adalah re-packaged yang jelas-jelas sudah dikemas lebih apik dan tertata rapi.
Ok! 5 Bintang saya persembahkan special untuk buku ini. Good job Risa Saraswati ^_^
Terima kasih!

6 komentar:

  1. Buku-buku Risa emang mantap-mantap. Cerita-cerita di blognya juga wow.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, benar sekali. Itulah alasan kenapa saya mengidolakannya :)

      Hapus
  2. wishlist saya yang belom keturutan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, semoga dalam waktu dekat bisa keturutan ya mbak :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Iya, tepatnya yang bertuliskan 'blurb' itu sinopsisnya :)

      Hapus