Sabtu, 25 Februari 2017

[Book Anatomy] #2: Girls in The Dark - Akiyoshi Rikako



Judul : Girls in The Dark
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerjemah : Andry Setiawan
Cetakan : Kelima, 2016
Tebal : 278 hlm
Penerbit : Haru
Kategori : Novel J-Lit
ISBN : 978 – 602 – 7742 – 31 – 4  
Blurb:

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Gadis itu mati.
Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

***


“Kalau kesialan seseorang itu adalah madu yang manis, rahasia seseorang itu adalah rempah-rempah berkualitas tinggi. Rahasia akan menjadikan kehidupan orang yang mengetahuinya menjadi harum dan memberikan rasa yang penuh akan cita rasa.”

Rabu, 22 Februari 2017

A GUEST POST BY PUJI P. RAHAYU: Fiksi Sejarah, Why Not? - #BBIShareTheLove




Aloha!

Kembali lagi denganku di Guest Post: BBI Share the Love 2017 di Ach’s Book ForumWow! Ehm, sekali lagi, kuucapkan terima kasih pada Bintang yang telah mengizinkanku cuap-cuap di sini. Hehe. Ehm, waktu awal aku ngobrol sama Bintang, sebenernya aku udah punya rencana mau nulis apa untuk guest post. Sayangnya, kok aku jadi bingung sendiri mau nulisnya gimana. Nah, entah karena aku selesai membaca beberapa bahan kuliah—dan aku senang karena aku paham materinya xD—aku ingin sedikit berbagi tentang opiniku mengenai fiksi sejarah Indonesia.What?! Sejarah? Nggak salah nih? Enggak. Kalian nggak salah baca. Aku memang bakal membahas salah satu genre—yang kuklaim—favoritku. Oke, deh, Tanpa perlu berbasa-basi, mari kita bahas mengenai genre yang dianggap berat ini.

Minggu, 19 Februari 2017

[INTERVIEW] Puji P. Rahayu: BBI itu Keluarga Dunia Maya yang Asyik! - #BBIShareTheLove


Halo, selamat siang dan selamat berakhir pekan teman-teman!

Jumpa lagi dalam rangkaian event BBI Share The Love 2017. Setelah kemarin, aku dan Kak Puji sudah melakukan semacam opening post di blog kami masing-masing, sekarang saatya aku akan menghadirkan Kak Pujinya secara langsung di sini, dan bercerita kepada kalian. Wah?

Tapi, bukan. Ini bukan guest post—karena guest post akan tayang nanti pada tanggal 22 Februari, tunggu ya—tapi ini adalah sedikit ringkasan dari hasil interview yang kemarin sempat aku lakukan bersama Kak Puji. Wah, kira-kira apa saja ya hal yang akan aku tanyakan?

Who’s excited?

Please welcome, Kak Puji P. Rahayuuu!!!


Puji P. Rahayu @ Prayrahayu’s Book 


Sekarang, yuk mari kita simak, interview-ku dengan Ka Puji ini, yang selain bloger, dia juga seorang penulis novel loh. *Wah, novel apa, Bin?* Pokoknya ada deh, yang penting simak aja biar kalian tahu, hehe.

Jumat, 17 Februari 2017

[Book Review] Misteri Patung Garam - Ruwi Meita




Judul : Misteri Patung Garam
Penulis : Ruwi Meita
Tahun terbit : 2015
Cetakan : Pertama
Tebal : 278 hlm
Penerbit : GagasMedia
Kategori : Novel
ISBN : 979 – 780 – 786 – X 
Blurb:

Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.

Seorang pianis ditemukan mati,
terduduk di depan pianonya, dengan bibir terjahit.
Bola matanya dirusak, meninggalkan lubang hitam yang amat mengerikan.
Rambut palsu merah panjang menutupi kepalanya.
Sementara, otak dan organ-organ tubuhnya telah dikeluarkan secara paksa.
Kulitnya memucat seputih garam.
Bukan, bukan seputih garam.
Tapi, seluruh tubuh sang pianis itu benar-benar dilumuri adonan garam.

Kiri Lamari, penyidik kasus ini,
terus-menerus dihantui lubang hitam mata sang pianis.
Mata yang seakan meminta pertolongan sambil terus bertanya,
kenapa aku mati? 
Mata yang mengingatkan Kiri Lamari akan mata ibunya. 
Yang juga ia temukan tak bernyawa puluhan tahun lalu.


Garam? Kenapa garam?
Kiri Lamari belum menemukan jawabannya.
Sementara mayat tanpa organ yang dilumuri garam telah ditemukan kembali….

Dia sangat sadis. Dan, dia masih berkeliaran.

***

Pengumuman Pemenang | Giveaway CARLOS



Halo, sudah ada yang menunggu pengumuman pemenang Giveaway CARLOS?

OK, bentar ya. Sebelum itu, Bintang mau ngucapin terima kasih banyak buat Kak Eva Sri Rahayu, yang sudah ngajak aku gabung jadi host di blogtour kali ini. Senang sekali, karena novelnya juga bagus. Terima kasih juga untuk Penerbit Divapress dan penulis, Kak Erin Cipta, semoga ini menjadi api semangat untuk berkarya lebih baik lagi. Bintang tunggu sekali loh! Maaf juga kalau selama blogtour ada hal-hal yang kurang berkesan. Apalah saya ini, hanya kotoran telinga yang suka kalian buangin. Whehehe.

Terima kasih banyak juga untuk para peserta yang sudah meramaikan Givaway CARLOS, antusias kalian warbiyazahh! Total ada 53 komentar yang masuk di postingan kemarin, tapi setelah dipilah-pilah, ada 46 peserta yang bisa masuk undian random. Beberapa di antaranya yang tidak lolos masuk undian karena tidak memenuhi format yang sudah aku tentuin, sayang sekali ya. Sisanya, komentar-komentar double, jadi aku hanya menghitungnya satu saja.

Baik, kita langsung aja ya. Dari ke-46 peserta yang masuk random, inilah SATU PESERTA yang beruntung, yang bisa bawa CARLOS pulang…

SELAMAAATTTT ~

Kamis, 16 Februari 2017

[Book Review] Don't Say Goodbye - Mezty Mez



Judul : Don’t Say Goodbye
Penulis : Mezty Mez
Tahun terbit : 2016
Cetakan : Pertama
Tebal : 252 hlm
Penerbit : Bukune
Kategori : Novel
ISBN : 978 – 602 – 220 – 203 – 5 

Blurb:

Setelah kecelakaan,Dante berusaha menyembuhkan diri selama tiga tahun di Jepang. Kini, ia sudah bisa beraktivitas dengan baik walau belum bisa berjalan. Setiap hari, ia berusaha menyusun ingatannya yang hilang. Siapa dirinya dan apa yang telah ia tinggalkan?

Kenangan akan Rena yang kembali membuat Dante pulang ke Indonesia dengan harapan dapat menemuinya. Namun, sesampainya di sana, Dante justru dilanda kebimbangan, apakah yang dilakukannya benar atau salah. Setelah tahun-tahun yang terlewat, apakah Rena masih tetap menunggunya?
 

***







“Lebih mudah melepaskan sesuatu yang sudah selesai entah itu baik atau buruk. Karena sesuatu yang tidak jelas akhirnya, akan membuat kita tak pernah benar-benar berhenti berharap.”
Hlm. 114

Rabu, 15 Februari 2017

[Book Review] Mozaik - Ita Susanto




Judul : Mozaik
Penulis : Ita Susanto
Tahun terbit : 2016
Cetakan : Pertama
Tebal : 198 hlm
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Kategori : Novel
ISBN : 978 – 602 – 394 – 183 – 4 

Blurb:

Membangun mahligai pernikahan ibarat menyusun sebuah mozaik. Dua insan
manusia adalah kepingan-kepingannya. Mereka berbeda, tetapi menyatu atas
nama cinta yang suci. Namun, akankah mozaik itu akan tetap utuh jika ada
orang ketiga?

***

Nia dan David sudah lama menikah. Mereka juga sudah dikaruniai satu orang anak, yaitu Sonya. Hampir sepuluh tahun mereka berumah tangga, hampir tidak ada masalah yang cukup serius yang terjadi. Semuanya terlihat baik-baik saja, dan baik Nina atau pun David tetap harmonis sepasang suami istri.

Hingga, menjelang tahun kesepuluh usia pernikahan mereka, masalah itu datang. David, yang notabene adalah sosok anak yang dibesarkan oleh kasih sayang seorang ayah, dan berlatarbelakang militer pula, membuatnya tumbuh sebagai anak yang keras, dan tidak mengenal kasih sayang dalam arti yang sesungguhnya. Baginya, memberikan kasih sayang adalah dengan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, bukan kasih sayang seperti itu yang diinginkan Nia. Bukan dengan kerja keras terus menerus dan kelewat serius seperti itu, namun dengan memberi sedikit waktu luang untuk keluarga dan saling bercengkerama satu sama lain. Sayangnya, itu semua tidak terjadi.