Rabu, 07 Oktober 2015

[Book Review] Koala Kumal - Raditya Dika


 http://img.bukabuku.net/product/5/e/5e3a336f33a8046db8e5efc1ecdda48e.jpg

“Setiap orang pasti akan mengalami patah hati yang mengubah cara pandangnya dia terhadap cinta seumur hidupnya. Cara dia ngelihat cinta akan berbeda semenjak patah hati itu”
(Hlm. 207)

Penulis                                  : Raditya Dika
Editor                                    : Windy Ariestanty
Penyelaras aksara                : Resita Febriatri & Gita Romadhona
Penata letak                         : Gita Ramayudha
Ilustrasi isi                           : Sweta Kartika
Desainer sampul                  : Levina Lesmana
Ilustrator sampul                 : Adriano Rudiman & Levina Lesmana
Fotografer                            : Sardo Michael
Penerbit                                : GagasMedia
Tebal                                     : x + 250 halaman
ISBN                                    : 979-780-769-X

*Blurb :
Selain main perang-perangan, gue, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks. Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.
Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran. Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata
‘Rasanya kayak di Miami, ya?’
‘Iya,’ jawab gue.
‘Iya,’ jawab Dodo.
Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami

***





Buku Koala Kumal sebenarnya bukanlah sebuah novel, melainkan sebuah kumpulan cerita komedi berdasarkan kehidupan pribadi sang penulis, Raditya Dika. Cerita humor tersebut banyak yang berdatangan dari masa kecil Radit. Dimulai dari cerita saat ia kelas lima SD, dimana dia dikenal sebagai anak kuper. Suka menyendiri di rumah dan hobi main game sampai lupa waktu. Selalu ada saja alasan ketika Ibunya menyuruh dia untuk bermain bersama teman-temannya. Hingga suatu hari Ayahnya mengajak dia bermain layangan di kompleks. Nah, dari situlah ia berkenalan dengan teman baru. Bahri dan Dodo. Mereka menjadi teman akrab Radit. Tak jarang pula mereka suka nginap di Radit dan main bareng.
Nah, itu tadi sedikit ulasan cerita di salah satu Bab buku Koala Kumal. Sebenarnya masih ada banyak cerita lagi yang tak kalah seru. Saya suka dengan gaya menulis Radit, terkesan tidak mengada-ngada, natural sekali, tapi kesan humornya juga dapet. Bahasa yang digunakan pun adalah bahasa sehari-hari layaknya anak remaja. Sehingga sangat mudah sekali untuk dipahami. Mungkin juga karena pemilihan diksinya yang tepat dan pembacanya kebanyakan dari kalangan remaja, jadi apa yang disampaikan dalam cerita itu bener-bener masuk. Sebenarnya kalau di kehidupan pribadi, apa yang dituliskan Radit ini terkesan biasa dan sepele, namun karena keahlian penulis yang cukup mahir, jadi hal yang sepele itu dengan bisa ditonjolkan dengan melihat bagian mana yang memiliki peluang humor cukup besar.
Salah satu Bab yang saya suka di buku ini adalah Bab ‘Ingatlah Ini Sebelum Bikin Film’. Mengapa? Karena disini Radit begitu terang-terangan mengekspos apa yang dialaminya saat itu. Di Bab ini ada part yang menceritakan saat Radit mengajak pacarnya makan malam di rumah. Seperti pada kutipan dialog berikut:
‘Kau tau nggak kenapa kalian harus menikah?’ tanya Bokap.
‘Kenapa, Pa?’ tanya gue.
‘BIAR TITIT ENGKAU NGGAK CUMAN DIPAKE BUAT PIPIS’
Nyokap ketawa. Si Pacar tersedak. Gue pengin mati.
Jujur, saat membaca part ini saya tertawa ngakak sekali. Radit terus terang sekali menuliskannya. Satu hal yang bisa kita kutip dari dialog di atas. Jadi seorang penulis kita nggak boleh malu, mungkin peristiwa di atas sangat memalukan buat Radit, tapi tidak untuk orang lain. Orang yang mendengar itu pasti akan tertawa. Jadi, kalau suatu hal yang memalukan bisa mengundang tawa, kenapa harus disembunyikan? Intinya jangan berpikiran ‘membuka aib’ tapi berpikirlah untuk menghibur orang lain. Sekalipun dengan hal yang sangat memalukan. Good job Radit!
Lanjut! Di buku Koala Kumal ini kita juga bisa ikut tahu tentang kisah karir, percintaan, hobi dan beberapa pengalaman seru dari Radit langsung. Ada juga kisah tentang percintaan anak muda jaman sekarang. Sebagai contoh, Radit menulis beberapa ilustrasi yang diambil dari realita kehidupan percintaan anak muda jaman sekarang. Tentang cinta yang ditolak dan beberapa tips atau panduan untuk menghadapinya. Selain itu, sebagai buku yang memang menargetkan remaja sebagai pembacanya, buku ini dikemas secara ringan, fresh dan juga ada beberapa ilustrasi gambar demi menunjang keindahan isi cerita. Salah penulisan / typo? Ada sih. Tapi menurut catatan saya nggak banyak kok, hanya beberapa. Jadi saya rasa tidak perlu dipermasalahkan juga, sih. Kalau untuk saya lebih ke arah maklum saja lah, mengingat semua yang terlibat di balik pengerjaan buku ini adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Bener nggak? hehehe. Jadi, gimana?  Tertarik? Beli donggg, hahaha :D
Ok! Menurut saya, buku ini recommended banget untuk kalangan remaja yang suka galau dan butuh hiburan. Dijamin deh, kalian pasti akan banyak tertawa saat membaca buku ini. Mengingat penulis buku ini juga sangat TERSOHOR *hahaha dan lebih dikenal sebagai komika, jadi tidak diragukan lagi kapasitas humornya.
Well, untuk masalah ratting, saya memberi 4 bintang untuk buku ini. Tetap berkarya Raditya Dika. Ditunggu buku berikutnya ^_^
Terima kasih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar