Selasa, 24 Mei 2016

[BLOGTOUR & GIVEAWAY] Celia dan Gelas-Gelas Di Kepalanya - Lugina W.G, dkk





Judul : Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya
Penulis : Lugina W.G. dkk
Tahun terbit : 2016
Tebal : 256 hlm
Penerbit : Divapress
Kategori : Kumpulan Cerpen
ISBN : 978 – 602 – 341 – 147 – 9

Blurb:

Jika selama ini mendengarkan musik, menonton film, atau menghirup aroma parfum menjadi pilihan untuk memperbaiki mood, coba tambahkan kumpulan cerpen #KampusFiksi2016 ini.
Pembaca akan menyaksikan aroma parfum, mendengarkan film bisu, atau membaui kuatnya pengaruh music kepada manusia. Coba buka, dan ikuti ke mana mata membawa indra lain mengembara. 

***

‘Celia benci melihat pecahan gelas berhamburan. Ia sungguh benci terbangun di malam hari karena bunyi gelas-gelas bertumbukan. Bermalam-malam ia dihantui mimpi pecahan kaca yang mengejarnya seperti gerombolan lebah. Menyengat dan menancap di kepalanya seperti mahkota.’
--Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya by Lugina. W. G--

Sebenarnya, aku termasuk tipe orang yang kurang menyukai buku kumpulan cerpen. Meski pun sebenarnya sarat akan makna, tapi sungguh, aku kurang begitu bisa menarik kesimpulan seperti apa makna dan pesan yang ingin disampaikan tersebut. Tapi, rupanya, apa yang aku alami tersebut tidak aku temukan di buku Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya ini. Buku kumcer yang terlihat manis dengan warna kuning cerahnya ini berisikan 13 cerita pendek pilihan dari anggota Kampus Fiksi. Wajah-Wajah dalam Kaset Pita karangan Gin Teguh menjadi pembuka untuk buku kumcer dengan ketebalan 256 halaman ini. Di cerpen pembuka ini, kita akan menyelami kisah ‘Aku’ dengan seorang perempuan bernama Nima. Aku cukup dibuat suka dengan cerita ini, karena penulis turut memasukkan cerita tentang prosophenosia yang dialami oleh tokohnya. Membuat kita sebagai pembaca ikut merasakan apa yang dialami tokoh Nima dengan segala kisah hidupnya yang cukup menyentuh.

‘Aku pikir akan lebih baik jika wajah-wajah setiap orang bisa disimpan dalam kaset pita. Jadi, Nima bisa mengenali orang-orang bukan hanya dari binari suara saja.’
--Wajah-Wajah dalam Kaset Pita by Gin Teguh--

Cerita lain yang membuat aku menaruh hati adalah cerita yang berjudul ‘Black Butterfly’ . Berdasarkan asumsiku, cerita yang ditulis oleh Mas Sugianto ini berhasil menyinggung persoalan aliran sesat, komunis, dan semacamnya. Aku sangat suka dengan cara penulis menuturkan setiap kata demi kata menjadi rangkaian kalimat. Pesan moral yang terselip di dalamnya juga bisa tersampaikan dengan baik. Kemudian, ada juga cerita berjudul ‘Goodbye’, yang menurutku menjadi cerita dengan tutur dan gaya bahasa yang cukup sederhana. Cerita karangan Kak Ghyna Amanda ini bercerita tentang masa lalu seorang Paman yang menyukai aliran musik metal. Hingga akhirnya cerita terus bergulir dan membawa kita ke satu keadaan yang cukup mengejutkan di akhir. Tapi sayangnya, penerbit harus benar-benar teliti. Cerita ‘Goodbye’ di sini tercetak dua kali. Jadi ada dua cerita dengan judul yang sama di dalam buku ini—Goodbye.

“Mana bisa ‘goodbye’ jadi sesuatu yang ceria?” tanyaku heran.
“Ada kata Good dalam ‘Goodbye’, kan?”
--Goodbye by Ghyna Amanda—

Overall, cerita-cerita pendek di buku ini sangatlah ringan untuk dibaca. Sarat makna, dan mengutamakan indera atau perasa kita untuk bekerja. Meski secara pesan, agak sulit dipahami, tapi selalu ada jalan keluar untuk menemukannya. Ending setiap cerita juga menjadi pusat dan penegasan maksud dalam cerita.

3 jempol untuk Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya, dan kumpulan cerita lainnya…

G I V E A W A Y !



Ingin mendapatkan 1 eks buku kumcer ‘Celia dan Gelas-Gelas di Kepalanya’ secara gratis?

Mudah kok, kalian bisa mengikuti Giveaway-nya di bawah ini.

Simak rules-nya baik-baik yaa :

1.       Peserta berdomisili dan memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2.       Wajib follow Twitter @divapress01 atau Like Fanpage ‘Penerbit DIVA Press’ (salah satu aja, tapi kalau mau dua-duanya juga boleh kok)
3.       Follow juga akun twitter-ku @Bintang_Ach
4.       Follow blog ini via GFC / Email (ada di sidebar kanan)
5.       Share atau bagikan info Giveaway ini di akun sosmedmu (Twitter, Facebook, atau yang lain) dengan mention @divapress01 dan @Bintang_Ach dengan hastag #BlogtourCelia. Dan pastinya sertakan Link Giveaway ini juga!
6.   Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar dengan format Nama, Akun Twitter, dan Jawaban. Pertanyaannya:

Jika kamu berkesempatan menulis cerpen, cerita tentang apa yang ingin kamu tulis? Dan, kenapa kamu ingin menulis cerita itu?

7.    Giveaway berlangsung mulai hari ini (23 Mei) sampai dengan 29 Mei 2016. Pengumuman pemenang dilakukan di blog ini pada tanggal 30 Mei 2016, dan dilihat dari jawaban yang menarik!
8.      GOOD LUCK!

35 komentar:

  1. nama : Wulandari
    twitter @wulanchayaank

    Jika aku berkesempatan menulis cerpen aku ingin menulis cerita tentang dunia TKI . suka duka nya dari awal keberangkatan hingga penempatan kerja di Luar Negeri. mengangkat hal hal yang media belum pernah menuliskannya. Bagaimana para TKI menyesuaikan diri dwngan pekerjaan, lingkungan, musim,tradisi dan kebudayaan di tempat bekerja yang berbeda jauh dengan yang di Indonesia.

    alasannya, aku pernah menjadi seorang TKI yang sedikit banyak memakan asinnya garam di perantauan.

    BalasHapus
  2. Nama : mia antina utami
    Twitter: @miamiamiamoy

    Kalau aku diberi kesempatan menulis cerpen, aku ingin menulis tentang persahabatan.
    Saya tau kalau novel atau cerpen ttg persahabatan sangat banyak, namun saya rasa banyak hal tntang persahabatan yang pantas dan menarik untuk dibahas.

    Sahabat itu bukan hanya teman Nongkrong, namun juga teman yang selalu ada disetiap kondisi.
    Sahabat bukan hanya dia yg selalu terlihat baik, tetapi jga dia yang diam2 berbuat baik.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Saya sempat membaca review kumcer ini di blog yang lain dan hampir sama apa yang dibahasnya. Saya selalu menunggu seorang blogger yang mau mereview kumcer dengan membagi perjudul dan menerangkan apa yang diungkapkan penulis meliputi gaya menulis, pesan, ide cerita dan eksekusi. namun lagi-lagi tidak saya temukan di blog ini.Mungkin kalau saya menang bukunya (atau kelak saya beli), saya mereview sesuai yang saya inginkan, hehehe

    Nama : Hapudin
    Twitter: @adindilla
    Link Share: https://twitter.com/adindilla/status/734982799069847554

    Jawaban: Saya sempat punya keinginan menulis cerpen mengenai binatang dan romantisme-nya. Dan keinginan itu terwujud ketika sore itu hubungan saya dengan pacar harus kandas. Tentang monyet. Saya menuliskannya sebagai bentuk pelampiasan emosi. Hasilnya bisa sekalian dibaca saja di sini: http://hapudin.blogspot.co.id/2016/05/dongeng-monyet-patah-hati.html

    kalau memang diharuskan menulis lagi cerpen lalu cerpen seperti apa yang saya mau tulis, saya berandai-andai menulis cerpen dengan sudut pandang benda mati (tanah, batu, angin dll) yang menjadi saksi atas sesuatu peristiwa besar, mungkin pembunuhan, pemerkosaan, penguburan jenazah akibat kriminal atau yang lainnya. Sepertinya akan seru sekali.

    BalasHapus
  5. nama : Dera Devalina
    twitter @deradevalina

    “Di Ujung Pelangi “ aku kepikiran tentang ujung pelangi itu seperti apa dan apay ang ada di ujung pelangi.. “karena di ujung pelangi kau akan menemukan keajaiban “… :)ceritanya tentang orang yang berambisi kuat untuk menggapai apa yang jadi impiannya / dicita-citakannya tapi semua impiannya itu ngak semudah apa yang ia bayangkan.. aku pengen banget buat cerpen itu, tapi aku ngak pinter ngerangkai kata:)

    BalasHapus
  6. Nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    Akun Twitter : @MukhammadMaimun

    Jika kamu berkesempatan menulis cerpen, cerita tentang apa yang ingin kamu tulis? Dan, kenapa kamu ingin menulis cerita itu?

    Aku dari dulu ingin sekali menulis tentang dunia masa kecilku. Saat aku bermain di sawah dengan teman-teman, saat aku mencari ikan di sungai dan berbagai petualangan dan permainan yang kujumpai saat aku anak-anak.
    Alasannya aku sangat rindu saat-saat itu dan selalu ingin kembali pada nostalgia saat itu yang sekarang jarang kujumpai dan tidak mungkin terulang lagi. Kenakalan khas anak-anak (bolos ngaji, nyuri tebu dsb) begitu membayang-bayang di pelupuk kenangan.
    Aku juga ingin membantu anak-anak jaman searang tentang jaman masa kecil dulu yang polos, lugu dan sederhana. Tidak ada gadget di sana. Yang ada hanya tawa dan keriangan.

    BalasHapus
  7. LFitriani Hood5/25/2016 5:18 AM

    Nama: Lailatul Fitriani
    Twitter: @LFivesosfam
    Aku ingn menulis tentang hal-hal yg terjadi dal hidupku. Tentang cinta. Sahabat. Keluarga. Dan masalah yg pasti ada dalam hidup.
    Kenapa? Karena aku ingin berbagi. Karena aku selalu merasa lebih baik setelah mencurahkan semuanya lewat tulisan. Mungkin kelihatannkelihatannya sepele. Tapi tidak ada yg sepele dalam hidup. Lagipula, akan lebih mudah mengawali menulis dari hal-hal yg terjadi di sekitar lalu dikembangkan.

    BalasHapus
  8. Olivia Aghni
    @Deviambar_
    Saya lebih menyukai cerita yg ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. yg tulisan nya mirip tulisan Putu Wijaya atau kalau tidak yg seperti tulisan nya Agus Noor.
    Menulis cerita pendek, dengan tema yang bebas. Yang bacaan nya tidak membosankan, ini akan membuat nilai pluss.......yah yummy...
    Menulis cerpen sedemikian rupa membutuhkan skill x terlebih lagi membuat sebuah cerita yg harus layak di baca.
    .. Maka saya akan menceritakan sebuah cerita yg menceritakan seputar kehidupan manusia.... Seperti ceritanya Agus Noor yg berjudul "Perihal Orang Miskin yg Bahagia"
    dijamin menyentuh ngakak kali baca......, cerpen beliau ini sungguh nice.. pokoknya suka deh sastra cerpen Indonesia.....
    sukses terus..........

    BalasHapus

  9. Nama : yohana
    Akun Twitter: @MrsSiallagan
    Saya ingin menulis cerita tentang perjuangan seorang guru dalam mengajar murid-murid. Menurut saya guru itu adlaha sosok yang patut dihargai karna Guru adalah pengisi jiwa manusia, dan mahluk yang memanusiakan manusia supaya menjadi manusia yang bermoral, berkarakter dan berilmu. Banyak sekali sisi kehidupan seorang guru yang harus digali, karna kehidupan mereka belum tentu mewah seperti yang kita pikirkan tetapi para guru tetap mengisi dan mengubah kita menjadi manusia-manusia yang terampil. Saya tertarik menjadi seorang guru, karna pada saat ini saya berada dalam lingkungan pendidikan dan saya sudah pernah merasakan menjadi guru. Tugas Guru itu , bukan cuman mengajari , tetapi mengubah paradigma, mengukir karaktermu dengan ilmu dan tangannya. Sangat susah menjadi seorang guru, sangat susah mengubah 1 murid. Untuk itu , saya merasa tertarik menulis cerpen yang berkaitan dengan pendidikan.

    BalasHapus
  10. Nama: Mega Widyawati
    Akun Twitter: @Widy4_W

    Pertanyaannya: Jika kamu berkesempatan menulis cerpen, cerita tentang apa yang ingin kamu tulis? Dan, kenapa kamu ingin menulis cerita itu?

    Tentang arti kehidupan dan betapa pentingnya arti keluarga. Itu tema yang ku ambil. Terinspirasi dengan kisah nyata yang di tulis kak Agnes Davonar di beberapa novelnya. Buatku arti kehidupan itu penting. Apalagi dalam hidup sebagai makhluk sosial, tentunya peran keluarga dan orang-orang di sekitar kita sangat berperan penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pengajaran arti kehidupan yang hanya sekali seumur hidup, tentu saja harus di manfaatkan sebaik mungkin. Seperti melakukan beberapa hal mulia dan menyenangkan hati orang lain. Terutama menyenangkan hati orang tua, kerabat, dan para sahabat. Yang selalu ikut serta dalam menjalani hidup ini.

    BalasHapus
  11. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm

    Kalau aku berkesempatan nulis cerpen, aku mau bikin cerita fantasi saja. Punya hasrat terpendam bikin cerita fantasi tapi bingung mengeksekusinya.

    Misalnya ceritanya itu tentang seorang pemuda yang terlahir dari buih lautan, ayahnya adalah gunung, ibunya adalah daratan. Ia bisa tinggal di darat mau pun di dalam laut. Berteman dengan semua hewan. Namun hidupnya berubah saat ia menemukan kereta Firaun di dasar laut. Kereta itu seolah menjadi mesin waktu membawanya ke jaman jahiliyah itu.

    Kira-kira begitulah. Mumpung ini cerpen kan, isinya lebih singkat dan aku nggak harus mikir panjang kayak buat novel ehehe, pusing juga kalau harus berkhayal demi memasukkan suatu hal yang nggak masuk akal di luar logika. Kalau cerpen fantasi, dalam cerita sesingkat itu harus bisa sekalian menyisipkan pesan tersirat serta meninggalkan rasa penasaran buat pembacanya karena ceritanya yang kilat.

    BalasHapus
  12. Nama: Ashifa Riska Amalia
    Twitter: @AshifaR_amalia
    Jika ada kesempatan menulis cerpen cerita yang akan saya ambil adalah cerita tentang mimpi dan kenyataan. Mengapa saya mengambil cerita mimpi dan kenyataan karena tak sedikit manusia bertahan hidup dengan mimpi dan tak jarang dari mereka berhasil memenangkan mimpinya. Namun terkadang mimpi tak sesuai dengan kenyataan ada kalanya kenyataan sering berbanding terbalik dengan mimpi. Dalam cerpen tentang mimpi dan kenyataan saya ingin menyadarkan para pemimpi yg hingga kini mimpinya tertunda karena kenyataan tak sejalan dengan mimpi.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Nama : Resni
    Akun twitter : @resny_resny123

    Kesempatan membuat cerpen adalah kesempatan yang keren menurutku. Karena ketika kita yang menulis cerpen, swmua tergantung pada kita, mulai dari alur, nama nama tokoh yang bisa kita pilih sesuka hati kita, apapun! Terlebih jika fantasi, kita bisa sekaligus memasukan dunia hayal kita, mimpi kita, yang mungkin tidak bisa diwujudkan akan tergambar nyata dalam cerpen. Dan bagi yang suka protes sama ending cerpen yang ga sesuai ekspektasi, maka cocoklah kalo kita sendiri yang mengarang. Dalam mengarang, kita ibarat tuhan yang mengatur kehidupan dalam cerita.

    Maka cerpen yang ingin saya wujudkan adalah cerpen mengenai hati saya. saat semua perasaan saya tidak sempurna terbalaskan, maka saya akan membuat cerita tentang harapan hati saya. semuabyang saya impikan tentang hati. Karena saya tidak bisa mengatur hati nya dalam mencintai! Maka di dalam cerpen, saya dengan leluasa mengatur hatinya, pikiran nya, dan mengatur situasi yang sangat saya nantikan saat ini.

    BalasHapus
  15. Nama : Ama Affandi
    Twitter: @ama_affandi
    Novel tentang persahabatan. Persahabatan dalam persepsi saya mungkin agak berbeda dengan orang lain. Sahabat menurut saya, bukan yg tahu semua masalah kita, tetapi cukup mendukung apapun untuk kebahagiaan kita. Kebetulan saya dan sahabat saya, tdk pernah kepo urusan satu sama lain. Contoh sedikit, sy cukup tahu dia sekarang bahagia menemukan pasangannya, dan sy tdk pernah lantas menodong dia untuk bercerita panjang lebar bgmn ketemunya, jadiannya.. dll. Dia jg ga pernah kepo urusan saya. Ini yg bikin persahabatan kami awet. 🙏😊

    BalasHapus
  16. Nama: Avizena Zen
    Akun twitter: @avizenazen86
    Jawaban:
    Saya akan menulis cerpen tentang pengalaman keluarga saya saat terjebak hutang. Bunganya memang hanya 9% dalam setahun, namaun jika diakumulasi dalam 5 tahun, jadi menumpuk banyak. Selama lima tahun harus berusaha, membuka online shop, membuka percetakan, sampai suami harus jadi kuli bangunan demi membayar angsuran ke Bank dan membeli sembako. Semoga setelah pembaca menyelesaikan cerpen ini, ia akan berpikir dua kali untuk berhutang. Karena hidup jadi sangat sangat tidak tenang jika ada hutang.

    BalasHapus
  17. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Jawaban:
    Aku ingin menulis tentang kisah cinta orang-orang yg sudah menemukan jodohnya, tentang perjalanan kisah mereka dari awal bertemu hingga bisa menikah.
    Kemarin saat ada acara keluarga, para orangtua tanpa sengaja menceritakan kisah masa muda mereka hingga kemudian bisa berjodoh. Ternyata seru dan juga lucu.
    Aku ingin menyimpan kisah kasih tentang cinta dan serba-serbi jodoh ini dalam sebuah tulisan, agar nanti bisa dikenang dan menjadi pembelajaran buat anak cucu. :D

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. nama : elis widharyanti
    Akun : @eLiios15

    Pengen banget nulis cerpen tentang mimpi. Mimpi yang pernah hancur dan dan tidak diimpikan lagi oleh si pemimpi. Namun, dengan seiring waktu mimpi itu kembali dan memeluk si pemimpi dengan penuh kerinduan. Dan keduanya selaras saling menghidupkan.
    Kenapa saya ingin menulis hal demikian. Karena sudah banyak saya mendengar kisah para pejuang mimpi yang mampu menggapai mimpinya, dan membuktikan pada saya bahwa kekuatan mimi itu benar-benar ada. Sehingga saya ingin berbagi kekuatan itu pada semua orang.

    BalasHapus




  20. Nama : Daisy S
    Akun Twitter : @Daisy_skys

    Jika kamu berkesempatan menulis cerpen, cerita tentang apa yang ingin kamu tulis? Dan, kenapa kamu ingin menulis cerita itu?

    Aku selalu ingin menulis cerpen yang mengangkat tema kembaran tapi tak sedarah.Ada yang bilang semua manusia punya 7 kembaran ,ada juga yang bilang kita punya 9 kembaran. Coba bayangkan jika 7 atau 9 orang itu bertemu.

    " Kau mirip aku atau mungkin aku mirip denganmu "

    Aku selalu berfikir di dunia yang luas ini mungkin akan ada aku yang lain.Entah ia tinggal di belahan dunia yang mana.Bisa saja Prancis atau mungkin di Rusia. Dia dengan kehidupannya dan aku dengan kehidupan ku.Dan takdir mempertemukan kita .Saudara beda orang tua yang sangat mirip .


    Sebernarnya cerpen ini sudah 50 % kutulis, tapi sayangnya laptopku rusak dan file itu tidak terselamatkan.Kalau ditanya kenapa aku ingin menulis cerpen semacam ini, aku menulisnya karena ya ingin menuangkan pemikiranku .Cerpen ini tentangku,kutulis untuk diriku sendiri yang berharap bisa menemukan seseorang yang mirip tapi tidak ada hubungan darah. Aku tertarik untuk memasukkan Doppleganger dalam cerpenku yang sebelumnya aku tidak pernah menemukannya .Aku sudah melakukan riset di google,membaca dari halaman satu ke halaman yang lain.Dan menurutku hal ini sangat menarik.

    Sampai sekarang cerpen itu masih 25 % ( nulis dari nol lagi ) dan mandek segitu sampai sekarang .Jawab GA ini malah bikin aku buka draf lama ku itu.Padahal itu cerpen tahun 2014 yang sampai sekarang belum juga rampung *ketahuan malesnya *

    BalasHapus
  21. Heni Susanti | @hensus91

    Aku ingin menulis tentang mimpi dan harapan. Karena aku yakin sekecil apapun impian dan harapan seseorang pasti akan sangat berarti juga menjadi akan menjadi hal yang sangat membahagiakan kalau terwujud. Sebaliknya sebesar apapun mimpi dan harapan seseorang, selalu ada cara untuk mewujudkannya dengan keyakinan, usaha dan doa yang berjalan berdampingan. Jadi aku ingin menulis cerpen tentang mimpi dan harapan itu untuk memotivasi semua pembacanya agar selalu berjuang mewujudkan apapun impian dan harapan mereka. Dan akan menjadi kebahagiaan sendiri buatku kalau apa yang aku tulis bisa memberikan harapan dan mimpi bagi orang yang membacanya juga memberi semangat untuk mereka mewujudkannya.

    BalasHapus
  22. Nama: Dessy Rahmatya Lestari
    Akun twitter: @Dessy_Mination

    Pada dasarnya tema apa pun, yang sudah mainstream sekalipun, akan tetap menarik asalkan penulis bisa membuat cerita tersebut hidup dan mengalir. Untuk itu, menurutku sangat diperlukan wawasan yang luas untuk dapat mengeksplorasi cerita.
    Kalau membuat cerpen, aku ingin mengangkat tema politik. Politik bukanlah sesuatu yang tabu, tapi pada kenyataannya masih banyak wakil rakyat yang tidak transparan dan justru memikirkan kepentingan pribadi. Aku ingin memunculkan cerita dari sudut pandang seorang politikus sendiri, maupun masyarakat awam. Karena bagaimana pun dalam sebuah negara pasti memiliki sebuah sistem pemerintahan di mana terdapat orang-orang yang menjadi wakil rakyat, dan menjembatani aspirasi masyarakat.
    Akhir-akhir ini di Indonesia, semakin banyak kasus yang melibatkan politisi, misalnya kasus korupsi. Hal ini tentunya menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat. Tapi kita tidak bisa menyamaratakan semua politisi. Aku ingin mengangkat cerita tentang wakil rakyat yang berdedikasi penuh terhadap masyarakat dan mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab, di tengah banyaknya wakil rakyat yang terlibat berbagai macam kasus. Seperti yang disebutkan di atas, cerpen ini juga akan menguak cerita dari sudut pandang masyarakat awam, bagaimana mereka memandang sistem pemerintahan negara dan sejauh mana mereka berpartisipasi. Tapi sebisa mungkin, aku ingin membuat cerita ini ringan dan mudah dicerna, sehingga pesan yang ingin aku sampaikan dapat diterima dengan mudah.

    BalasHapus
  23. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco


    Jika kamu berkesempatan menulis cerpen, cerita tentang apa yang ingin kamu tulis? Dan, kenapa kamu ingin menulis cerita itu?


    Aku ingin bercerita mengenai kehidupan malam, tentang langit dan semua penghuninya. Para bintang, bulan, awan, dan kegelapan. Bintang-bintang yang mampu berbicara layaknya manusia, mencermati keadaan sekitar dan mengomentarinya, menjadikan manusia sebagai objek pembicaraan. berbisik-bisik seperti halnya yang terjadi di dunia. Kebiasaan mereka dari petang saat pertama muncul hingga pagi menjelang, perpisahan yang menjadi pengatur rindu antar sesama bintang, mereka juga pasti memiliki keluarga di atas sana. Apa yang mereka rasakan setiap malamnya. Sampai saat ini aku masih bingung, sebelum menulis aku harus benar-benar bisa memposisikan diri seperti bintang di langit agar hasil tulisan berasa alami. Seperti halnya menulis tulisan biasa, harus benar-benar bisa mendalami setiap karakternya agar hasilnya bisa bagus.

    BalasHapus
  24. Nama: Eka Sasining Putri
    Akun Twitter: @cha_ichie
    Jawaban: Jika saya berkesempatan menulis cerpen, saya akan menulis cerita tentang 'pilihan'. Kisah yang akan saya tulis sederhana, meski saya ingin menyisipkan banyak konflik dalam kisahnya yang tak panjang. Saya ingin membuat cerita saya sedekat mungkin dengan pembaca, karena saya bermaksud 'mengobrolkan' topik-topik yang sebenarnya sangat akrab bagi kehidupan sehari-hari, tapi terasa jauh karena tidak pernah benar-benar dihayati. Saya ingin mengemukakan sebuah gagasan bahwa hidup yang selama ini dijalani manusia tidak lain adalah pilihan-pilihan, bahkan sikap dan watak yang menjadi karakteristik. Saya ingin memunculkan sebuah kesempatan, 'jika', dan banyak peluang lain yang merupakan sisi yang tak coba mereka pilih. Mungkin saya juga akan menambahkan kematian, atau bahkan kekekalan. Yang pasti, saya mempersilakan pembaca untuk memilih sendiri..

    BalasHapus
  25. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta

    Ada yang bilang, kita akan lebih mudah bagi kita jika menceritakan segala sesuatu yang kita alami atau dekat dengan kehidupan kita. Meskipun nantinya akan dilakukan sedikit 'modifikasi', cerita tersebut tetap akan memiliki nyawa dan dapat memberi pengaruh yang nyata bagi pembaca.
    Aku ingin menulis cerita tentang kisah mereka yang berprofesi sebagai seorang bidan, suka duka menjadi sahabat perempuan di sepanjang siklus hidupnya sekaligus malaikat tak bersayap yang membantu kelahiran insan manusia ke dunia. Pekerjaan yang sangat beresiko karena harus bertaruh dengan dua nyawa, pekerjaan yang sangat mulia. Jika selama ini, sering ada banyak cerita dengan tokoh yang berprofesi sebagai dokter atau perawat. Sedangkan untuk bidan belum banyak yang mengisahkannya. Harapannya sih bisa memotivasi, menginspirasi dan memberi tambahan ilmu pengetahuan yang baru karena sering kali profesi ini dianggap sama saja dengan perawat. Penulisan karakter dan dunia kebidanan yang ingin aku tuliskan tidak hanya sekedar secara superficial. Jika terealisasi tentu perlu mematangkan plot cerita agar bisa memadukan kisah kehidupan sehari-hari dengan latar profesi tokohnya.

    BalasHapus
  26. Nama: hizbi
    Twitter :@wilahamamy1

    Cerita tentang negara yang sekarang aku tinggali, negara Indonesia yang tercinta ini. Aku ingin menceritakan bagaimana indahnya ibu pertiwi kepada semua orang, bukan hanya warga indonesia tapi luar negri. Aku ingin menceritakan negri yang indah ini, bagaimana tangan tangan manusia bisa memperindah atau merusaknya seiring waktu. Bagaimana keindahan yang selalu dipuja itu sudah berganti kerusakan. Aku ingin semua orang sadar, dimulai dari diriku,orang terdekatku, dan masyarakat sekitar. Bumi ini tanpa cela, kamilah yang merusaknya jangan saling menunjuk. Aku ingin menyampaikan bahwa semua yang sudah diberikan tuhan harus kita jaga, diubah lebih baik bukan itu dirusak dirusak :)

    BalasHapus
  27. Nama: Elsita F. mokodompit
    Twitter: @sitasiska95

    Jika saya berkesempatan menulis cerpen maka saya ingin menulis cerita tentang mental desease atau gangguan kepribadian. Seperti yang kita ketahui, tidak sedikit penduduk di Indonesia yang menderita masalah ini. Dan jenis gangguan yang dialami pun berbeda-beda, tergantung dari faktor pemicu yang menyebabkan munculnya penyakit tersebut. Ada OCD, ADHD, AVPD, Bipolar, gangguang kecemasan dan lain-lain. Meskipun demikian, respon masyarakat umum terhadap para penderita menyakit ini sebagian besar adalah diskrimiasi. Dijauhi karena tidak waras, aneh, dianggap monster dan menakutkan. Saya dulu sempat kenal dekat dengan seseorang yang memiliki masalah seperti ini dan setalh saya menggali lebih dalam ternyata derita yang mereka alami tidak sesederhana yang orang-orang lihat. Tidak sesederhana ia gila, ia aneh lalu kemudian ia sudah tak bisa lagi merasa. Gangguan mental adalah penyakit serius yang bisa memicu akibat fata: bunuh diri.
    Dalam cerita yang akan saya tulis, saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana menghadapi seseorang dengan kepribadian mental. tentu saja menjauhi bukan hal yang tepat karena itu justru akan memperparah keadaaan. Memang butuh kesabaran ekstra, tapi mereka mereka dengan gangguan yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti ini butuh dirangkul, ditemani, diberi semangat untuk sembuh, disayangi sebagaimana kita menyayangi orang-orang yang kita anggap normal. Saya ingin mengajak siapapun untuk bisa melihat mereka dari sisi yang berbeda. Memberikan simpati dan empati. berusaha ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Menempakan posisi kita sebagai mereka sehingga kita dapat lebih bisa mengerti, memahami dan membantu mereka untuk segera sembuh dengan cara yang tepat.

    BalasHapus
  28. nama : Fatimah
    twitter : @imah_fatma
    Jika saya berkesempatan menulis cerpen maka saya ingin menulis cerita tentang kehidupan seorang anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarganya. Karena saya ingin menunjukkan anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarganya pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan, layaknya anak pada umumnya. Memang tidak mudah menjadi sempurna ataupun semuanya serba instan, tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika sesuatu tadi diperjuangan. Setiap anak layak untuk memperoleh kebahagiaan dan kesuksesannya masing-masing

    BalasHapus
  29. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica

    Jika saya berkesempatan menulis cerpen, saya ingin menulis perjuangan seorang anak yatim yang ditinggal sang ayah sejak kecil dalam menempuh pendidikan ditengah2 dilema kondisi keuangan yg tidak memungkinkan. Mungkin benar ada banyak beasisiwa dan sekolah gratis masa sekarang, namun di masa lampau, ketika pendidikan tidak gratis dan tekanan lingkungan yg tidak terlalu mementingkan pendidikan, ditambah ketiadayaan uang dan tekanan dalam keluarga sndri yg membuat merendah diri, saya sangat ingin menulis cerita tentang hal ini.
    Cerita pengalaman pribadi saya sendiri.

    BalasHapus
  30. Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica

    Jika saya berkesempatan menulis cerpen, saya ingin menulis perjuangan seorang anak yatim yang ditinggal sang ayah sejak kecil dalam menempuh pendidikan ditengah2 dilema kondisi keuangan yg tidak memungkinkan. Mungkin benar ada banyak beasisiwa dan sekolah gratis masa sekarang, namun di masa lampau, ketika pendidikan tidak gratis dan tekanan lingkungan yg tidak terlalu mementingkan pendidikan, ditambah ketiadayaan uang dan tekanan dalam keluarga sndri yg membuat merendah diri, saya sangat ingin menulis cerita tentang hal ini.
    Cerita pengalaman pribadi saya sendiri.

    BalasHapus
  31. Nama : Ana Bahtera
    Twitter : @anabahtera

    Saya ingin menulis cerpen tentang Ayah saya sendiri, sebenarnya kerangkanya udah ada tapi untuk menjabarkannya menjadi cerita saya belum bisa.
    Kenapa? Karena saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada Ayah..Ya salah satunya dengan menuliskannya agar bisa orang lain baca. saya ingin menyatakan pada dunia bagaimana bangganya saya menjadi anak Ayah, bangga akan didikannya dan seluruh perjuangannya serta kasih sayangnya untuk keluarga.
    Mudah-mudahan tercapai ya.

    BalasHapus
  32. Nama : Ahmad Rosyid Mustaghfirin
    Twitter : @ahmadrosyidmus

    Menulis cerpen bagi saya bukanlah sebuah kesempatan. Jika ide sudah ada, dan konsep kasar sudah terbentuk, maka saya akan menulisnya.
    Saat ini saya tengah membuat konsep kasar terkait tema kekerasan seksual. Khususnya kekerasan pada anak-anak dan perempuan. Hukum di negara ini terhadap pelaku kekerasan seksual yang tidak tegas, ingin saya tuangkan menjadi sebuah cerpen yang bercerita tentang kehidupan anak-anak yang dibalut mistisisme. Jika saya mampu, ingin rasanya mencoba menulisnya pada gaya surealis. Sedikit mengenai konsep kasarnya, adalah seorang anak yang ingin menuntut keadilan pada negara. Ia pergi ke kepolisian, kejaksaan, hakim, komnas ham, namun belum mendapatkan hasil--bahkan tidak mendapatkan hasil. Kemudian ia ingin menemui presiden, tapi di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang anak seusianya, dan dari anak yang ditemuinya itu ia tahu bahwa presiden sangat sibuk (atau pura-pura?) dan ia tidak akan bisa menemui presiden. kemudian kedua anak itu bersepakat membentuk sebuah klub solidaritas karena memiliki tujuan yang sama, menuntut keadilan. mereka berdua mengumpulkan anggota hingga sekiranya cukup untuk menyuarakan keadilan mereka, dan presiden akan mendengarnya. Cerita ini akan saya bangun pula dengan sedikit rasa romantisme. Dan yang pasti, cerita ini ada di dalam bungkus mistisisme. Karena kedua anak itu, beserta anggota klub solidaritasnya telah meninggal. Mereka ingin menuntut keadilannya sendiri, sekaligus ingin anak-anak seusia mereka yang masih hidup, tidak mengalami peristiwa yang telah menimpa mereka hingga merenggut nyawa mereka.

    BalasHapus
  33. Nama : Shelly Ferawati

    Twitter : @theluckygirl99

    Jawaban : Jika saya berkesempatan menulis cerpen, saya akan menulis tentang curahan hati sebuah ponsel. Ya, ponsel. Katakanlah ponsel tersebut dimiliki oleh seorang gadis yang gemar mengakses segala macam media sosial hanya demi popularitas dan gengsi belaka, sehingga gadis itu lupa waktu (lupa makan, lupa tidur, dan lain sebagainya). Betapa ponsel itu merasa miris pada pemiliknya itu karena sang gadis justru menggunakan ponsel tersebut secara berlebihan tanpa terkendali. Yang mana pada akhirnya ponsel itu disita oleh ayah sang gadis selama beberapa minggu hingga gadis itu perlahan-lahan dapat terlepas dari kebiasaan buruknya itu. Alasan saya akan menulis cerita ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran bagi diri kita (termasuk saya sendiri), sejauh mana kita mempergunakan barang-barang milik kita? Apakah benda-benda itu yang mengendalikan kehidupan kita, atau sebaliknya? Terlihat sepele, tetapi sering disepelekan padahal kenyataannya akan lebih baik bila justru kitalah yang mengendalikan benda-benda milik kita (bisa ponsel, uang, pakaian, dan lain sebagainya). Hanya kita pribadi yang dapat menjawab itu semua.



    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Nama : Merita Parlin
    Twitter : MethaAlana

    Seandainya pemilik semesta memperkenankan saya untuk melukiskan sebuah kisah dengan kata-kata, saya akan mendendangkan dongeng kutu rambut.
    Kenapa?

    Kutu rambut menurut saya adalah hewan yang paling beruntung di dunia.
    Mereka bisa singgah di kepala siapa saja, menganggu setiap orang tanpa memandang kasta. Mereka suka, mereka ingin, lantas mereka hinggap.

    Seorang Einstein sekalipun tak akan sanggup menciptakan teori-teori tingkat angkasanya jika diganggu oleh kutu rambut.

    Bayangkan, seekor kutu rambut dapat menganggu terciptanya ilmu pengetahuan yang berguna bagi seluruh penghuni galaksi bimasakti.

    Mereka juga bebas mengencingi kepala siapapun, perduli setan itu Presiden atau penjahat sekalipun. Kutu rambut akan jadi informan yang paling tepat karena mereka berada di kepala, mereka menginjak otak dan begitu dekat dengan tuannya.

    Ya, saya ingin menulis tentang kutu rambut, meski saya tak mungkin bercakap-cakap dengan mereka.

    Setidaknya, kutu rambut tak akan meminta royalti perihal naskah yang saya tulis mengenai peradaban mereka.

    BalasHapus