Jumat, 22 April 2016

[Book On News] 3 Buku Yang Bercerita Tentang Ketangguhan dan Kehormatan Seorang Perempuan



                    
                    Halo teman pembaca semua!

                Apa kabar kalian semua? Semoga selalu dalam keadaan yang baik-baik saja ya. Well, akhirnya aku bisa kembali lagi menyuarakan tulisanku di sini, hehe. Setelah sebelumnya blog ini ramai dengan event ulang tahun BBI, kali ini aku akan membuat sebuah postingan baru di Ach’s Book Forum. Selain Book Review, Book Quotes, Book of the Month, dan Kriing Kriing Penulis, aku ingin memperkenalkan postingan baruku yaitu Book On News. Postingan Book On News ini adalah sebuah postingan berita yang khusus membahas tentang buku.  Seperti misal: Kumpulan buku-buku fiksi yang mengangkat tema sejarah, novel romance dengan latar cerita yang menarik, atau bisa juga berisikan tentang buku-buku yang populer di kalangan masyarakat. Semua itu akan aku rangkum dalam postingan ‘Book On News’. Nah, bagaimana? Semoga kalian tidak bosan-bosan untuk berkunjung ya.

                Kembali ke topik awal. Aku sebenarnya merasa bersalah, karena memang seharusnya blogpost yang aku tulis ini sudah tayang kemarin. Tapi, kembali lagi ke masalah waktu. Seharian kemarin aku tak memiliki waktu yang cukup untuk menulius postingan ini. Yah, dengan terpaksa aku harus mengundur jadwal posting ke hari ini. Pertanyaannya, kenapa harus tayang kemarin? Karena blogpost ini berkaitan dengan perayaan Hari Kartini yang berlangsung kemarin. Oh iya, sebelumnya aku juga mau mengucapkan Selamat Hari Kartini untuk seluruh pejuang wanita Indonesia, semoga derajat kaum wanita mampu terangkat tinggi dan bisa memberi dampak baik bagi kelangsungan hidup banyak orang.

                Baik, langsung saja ya. Dalam rangka memeringati Hari Kartini, Book On News pertama ini akan membahas topic tentang ‘Tiga Buku yang Bercerita Tentang Ketangguhan dan Kehormatan Seorang Perempuan’. Ok, selamat menyimak:


1.       Jugun Ianfu karangan E.Rokajat Asura


JUGUN IANFU - E.ROKAJAT ASURA 

                Buku yang pertama adalah ‘Jugun Ianfu’ yang ditulis langsung oleh E.Rokajat Asura. Dilihat dari segi bahasa, Jugun Ianfu berasal dari bahasa Jepang yang berarti wanita penghibur atau arti kasarnya adalah budak seks. Ya, pada masa penjajahan Jepang, terhitung ada banyak serdadu dari berbagai kalangan yang memanfaatkan Ianfu sebagai alat pemuas hasrat mereka. Wanita-wanita bernasib malang ini dikurung dalam sebuah gedung dimana seluruh isi gedung tersebut adalah wanita yang dipekerjakan sebagai pelacur. Mereka tidak boleh keluar sama sekali, kecuali pada hari tertentu saja. Kurang lebih begitulah isi cerita yang dituturkan dalam buku ini.

                Terkisah, hidup seorang gadis Jawa bernama Lasmirah yang bernasib malang karena harus menjadi Ianfu di usianya yang terbilang masih remaja. Pada buku ini diceritakan betapa tangguhnya seorang Lasmirah dalam menjalani kehidupannya. Berkali-kali ia hampir putus asa, namun beberapa orang di sekelilingnya mencoba untuk menguatkannya. Selain itu, satu-satunya alasan yang membuat Lasmirah bertahan menjadi seorang Ianfu adalah karena keluarganya. Dalam waktu sebulan sekali ia harus mengirimkan uang ke keluarganya. Bagi kalian yang pernah membaca kisah Lasmirah di buku ini, pasti akan setuju denganku. Lasmirah adalah seorang gadis remaja yang tangguh, tak pantang menyerah, dan selalu berambisi dalam menjalani kehidupannya. Hidup bertahun-tahun dalam siksaan serdadu Jepang, membentuk Lasmirah menjadi pribadi yang kuat dan tak mudah menyerah pada keadaan.

                Selain itu, meski pada dasarnya posisi perempuan di buku ini bisa dibilang ‘terhina’, namun bukan itu sesungguhnya pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Dengan cara seperti ini, penulis berusaha menghadirkan sosok perempuan dengan segala ketangguhannya lewat siksaan hidup yang ia terima.Dengan mengangat latar pada masa penjajahan Jepang, suasana perjuangan sangat terasa di sini. Terlebih lagi perjuangan seorang perempuan.

2.      Kei karangan Erni Aladjai


KEI - ERNI ALADJAI 

                Sebenarnya, tidak keseluruhan buku ini bercerita tentang perjuangan seorang perempuan. Lantas, apa? Ok baiklah, akan aku tuliskan sedikit cerita yang disampaikan di buku ini. Kei merupakan sebuah novel hisfic karya Erni Aladjai yang mengambil latar Pulau Kei di Maluku Tenggara. Buku ini secara keseluruhan bercerita tentang perang saudara dan konflik politik yang saat itu terjadi di pulau Maluku dan sekitarnya, termasuk Kei. Dikisahkan seorang gadis bernama Namira harus kehilangan kedua orang tuanya saat perang berlangsung. Namun, di tengah kesedihan itu Namira bertemu dengan Sala. Seorang pemuda yang berasal dari Elaar. Keduanya mulai saling mencintai, lalu saling mengikrar janji untuk menjadi sepasang kekasih.

                Lalu, bagian manakah di buku ini yang bercerita tentang kehormatan seorang perempuan? Baik, akan aku ceritakan bagian itu setelah ini. Di Kei, terdapat sebuah hukum adat—atau mungkin juga bisa disebut pepatah—yang berbunyiSebenar-benarnya lelaki adalah laki-laki yang marah karena melihat kehormatan perempuan dilecehkan, lelaki sembarangan tak akan berperang dan menumpahkan darah orang lain.”  Pepatah tersebut mengandung pesan bahwa kedudukan perempuan di Kei sangat diutamakan dan dihormati sekali. Pepatah ini juga diinterpretasikan secara langsung dalam beberapa adegan di buku ini. Seperti halnya adegan berikut: Sala pernah menghajar teman sekolahnya karena ia merasa harga diri Ibunya sebagai seorang perempuan telah dilecehkan oleh temannya tersebut. Jadi intinya, kehormatan perempuan tidak untuk dilecehkan. Begitulah hukum adat yang dianut oleh orang Kei.

3.      Perfect Pain karangan Anggun Prameswari


PERFECT PAIN - ANGGUN PRAMESWARI 

                Menurutku, buku ini adalah buku yang benar-benar bercerita tentang GIRL POWER. Tema yang diangkat pun tak biasa, yaitu tentang KDRT. Dikisahkan, seorang perempuan bernama Bi harus menerima nasib malangnya dengan menjadi korban atas perlakuan kasar suaminya—Bram. Berkali-kali, Bi dipukul, dicekik, dan ditendang oleh suaminya tersebut. Sebenarnya, setiap kali usai melakukan tindakan kekerasan tersebut, Bram selalu meminta maaf kepada Bi. Namun anehnya, siklus itu terus terulang lagi dan lagi. Dan, yang lebih anehnya lagi, Bi terus mencoba bertahahan dengan Bram. Kurang lebih, seperti itulah kisah yang disampaikan penulis di buku ini.

                Ketangguhan dan keyakinan Bi untuk terus bertahan dengan Bram membuat sosok Bi ini menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Namun, bisa juga dibilang bodoh, menurutku. Karakter ‘tangguh’ Bi di sini terbentuk dari perlakuan buruk yang telah diberikan oleh suami bejatnya itu. Jika kalian benar-benar memposisikan diri sebagai Bi di buku ini, yakinlah pasti kalian akan merasakan bagaimana kerasnya kehidupan seorang Bi. Terlebih lagi Bi memiliki seorang putra yang masih terbilang kanak-kanak. Naluri seorang Ibu yang selalu berinisiatif untuk melindungi anaknya juga sangat melekat pada diri Bi.

                Membaca kisah Bi di buku ini membuat aku tahu betapa berharganya keberadaan seorang perempuan. Perempuan tidak akan mudah menyerah kepada nasib, mereka bisa saja melawan nasib. Itu semua dilakukan untuk memperoleh kedamaian yang mereka inginkan. Jauh dari kekangan, cacian, dan siksaan. Karena pada dasarnya, setiap perempuan memiliki hak untuk hidup dalam kedamaian.

                Nah teman-teman, itu tadi adalah ketiga buku yang bercerita tentang perempuan. Oh iya, judul-judul buku yang aku tulis di sini adalah buku yang sudah pernah aku baca selama ini ya. Jadi, mohon maaf sekali apabila masih ada beberapa buku dengan tema yang sama tapi tidak aku sebutkan. Jika kalian memiliki nama buku-buku tersebut, boleh loh corat-coret di kolom komentar.

                Sampai jumpa lagi di Book On News berikutnya!

                Terima kasih!

                

4 komentar:

  1. Buku pertama yang paling menarik. Dengan setting jaman penjajahan, rasanya relevan banget mengangkat ketangguhan dan kehormatan perempuan. saya suka postingan Book on News ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yapp betul, nomor 1 itu recommended banget. Non fiksi loo itu, hehe. Terima kasih sudah berkunjung, semoga Book on News bisa terus jalann. Aamiin

      Hapus